Petualangan seru ditengah Alam



Curug Batu Blek


Curug Batu Blek merupakan sumber air yang mengalir melalui kanal sepanjang 4,5 Kilometer yang dibuat oleh Emak Eroh. Ya emak Eroh sang wanita besi dari Tasikmalaya ini, pernah mendapat Kalpataru dari presiden Soeharto karena membuat sebuah saluran air sepanjang 4,5 kilometer mengintari 8 bukit dengan kemiringan 60-90 derajat dalam waktu 2,5 tahun menggunakan Linggis, Belincong dan cangkul dari hasil ia menjual perhiasannya. Dengan di bantu pemuda sekitar untuk warga desa agar mudah mendapatkan air.  Kanal itu bisa kita nikmati sepanjang perjalanan menuju curug batu blek ini. Curug Batu Blek ini adalah salah satu curug di kaki gunung Galunggung, berlokasi di Desa Santana Mekar Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. 

Perjalan ke lokasi ini sangatlah sulit, karena akses jalan menuju curug ini rusak sepanjang 6 Km, mulai dari Jl Raya Cisinga-Kp Cipeuteuy. Kita bisa masuk melalui Jl. Raya Cisayong lalu lurus sampai ujung jalan  kecamatan sampai perempatan jalan Cisinga (Ciawi – Singaparna), dan dari sana kita lanjut lurus menuju ke kampung Cipeuteuy, kalau kebingungan kita bisa bertanya pada warga sekitar. Lokasi curug ini berada di kampung Pasir Malang, kampung paling ujung di desa ini dan hanya beberapa rumah saja yang ada. Jika kondisi sedang kering, kendaraan bermotor bisa sampai kesini, namun jika kondisi hujan maka lebih baik motor di simpan/ di titipkan di rumah warga sekitar kampung Cipeutey karena kondisi jalan tanah liat sehingga jika hujan turun akan sangat susah dilalui oleh kendaraan bermotor. Setelah berjalan menuju kampung Pasir malang, nanti kita akan menemukan persimpangan jalan. Ke kiri menuju sebuah rumah dan ke kanan menuju lokasi Curug Batu Blek. Nah kita bisa menuyimpan motor di sekitar persimpangan tersebut atau bisa juga menitipkan motor di sebuah rumah yang ada di tengah pesawahan jika membawa motor kesini.


Setelah itu, perjalanan di lanjutkan dengan berjalan kaki selama 20 menit dengan jarak perjalanan sekitar 1 KM.  Pastikan jika kesini kita tidak sendiri karena kondisi hutan yang belum banyak orang berkunjung tempat ini. Selama perjalanan kita menyusuri saluran irigasi selebar 1 M, saluran irigasi ini merupakan jalan utama menuju curug yang berada disisi jurang yang sangat dalam. Dibeberapa titik ada jalan setapak yang sudah amblas sehingga kita harus berhati-hati selama perjalanan.
Menurut informasi dari beberapa teman katanya di bawah saluran irigasi/ di bawah jurang ini masih ada beberapa curug, namun akses yang susah dan tidak adanya petunjuk sehingga jarang sekali ada yang meng eksplore ke daerah sana.


Kita akan medengar gemuruh air yang artinya kita sudah sangat dekat dengan lokasi, dan diakhir perjalanan kita akan menemukan  tangga dengan ketinggian 3 meter. Kita harus berhati-hati selama berpijak naik keatas karena kondisinya yang sedikit licin.

Jika melihat ke kanan sebelum menaiki anak tangga, disana terdapat curug kecil yang biasa disebut Curug handap yang aliran airnya masih dari Curug Batu Blek. Kondisi air di curug Batu Blek ini sangat jernih dan dingin sehingga sangat asik jika kita main air, terdapat juga kolam yang lumayan besar dan dalam sehingga kita bisa berenang disana. Sebenarnya masih ada beberapa curug di atas Curug Batu Blek ini salah satunya Curug Kalang dan Curug Tonggoh, namun akses ke tempat tersebut sangat sulit. Kita hanya bisa naik ke atas dengan memanjat tebing dari curug Batu Blek dengan menggunakan akar dari pohon yang ada di sisi curug.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini